Jadi Calon Ibu Kota Negara, Kaltim Siapkan 2 Kota Penyangga

oleh -165 views

Kalimantan Timur – Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebut Kalimantan Timur rencananya akan menjadi wilayah ibu kota negara. Meski masih menunggu keputusan final Presiden Joko Widodo, Pemprov Kaltim telah menyiapkan 2 kota penyangga, Samarinda dan Balikpapan, untuk menghadapi arus urbanisasi.

Kepindahan ibu kota negara, dipastikan berdampak pada arus perpindahan manusia. Setidaknya 1,5 juta aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta akan berkantor di pusat pemerintahan negara di Kaltim.

Belum lagi, keluarga dari ASN tidak menutup kemungkinan bakal ikut boyongan ke Kaltim. Dua kota penyangga ibu kota negara, Samarinda dan Balikpapan disiapkan untuk menampung mereka. Baik dari kesiapan perumahan dan perhotelan, juga fasilitas pendidikan seperti sekolah.

“Dampak-dampak migrasi, urbanisasi itu tidak bisa dihindari,” kata Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, ditemui di kediaman pribadinya di Samarinda, Kamis (22/8) malam.

Isran memastikan, Pemprov Kalimantan Timur, merapatkan barisan bersama Pemkot Samarinda, Pemkot Balikpapan, Pemkab Kutai Kartanegara, dan juga Pemkab Penajam Paser Utara, sebagai wilayah terdekat dengan rencana lokasi ibu kota negara baru.

“Perlu koordinasi, analisis (mengantisipasi arus urbanisasi dan migrasi). Meski analisis tidak 100 persen benar, paling tidak mendekati 100 persen,” ujar Isran.

“Pasti ada perubahan-perubahan ketentuan. Ada review tata ruang dan sekitarnya, di Balikpapan dan Samarinda. Bagi pelaku usaha, tidak masalah. Seperti perhotelan, maka mereka akan sediakan itu karena itu bisnis mereka,” tambahnya.

Isran mengingatkan Pemkot dan Pemkab, agar tidak terjadi penyimpangan tata ruang yang sudah dilakukan review. “Harus disiplin. Jangan sampai ada pelanggaran tata ruang,” tegasnya.

Untuk diketahui, mobilitas masyarakat dan barang dari Samarinda dan Balikpapan, dipastikan bakal semakin cepat, seiring dengan pengoperasian tol yang ditarget Desember 2019 mendatang. Apalagi, kedua kota itu juga memiliki bandara representatif dan juga pelabuhan, serta terminal peti kemas, yang menunjang kegiatan bisnis, saat Kaltim nanti bena-benar diputuskan sebagai ibu kota negara baru.

Posted: sinarnews – Sumber: merdeka .