Dipakai Jokowi, Jaket Jeans Gambar Peta Indonesia Ini Banyak Dipesan

oleh
Jakarta – Jaket jeans atau denim yang dikenakan Presiden RI Joko Widodo saat touring ke Sukabumi, Jawa Barat mencuri atensi. Jaket yang memiliki detail unik di bagian depan dan belakang ini pun sontak diinginkan oleh banyak orang.

Adalah brand lokal Never Too Lavish yang karya jaket denimnya dikenakan oleh Jokowi. Sejak dipakai oleh sang presiden pada Minggu (8/4/2018), akun Instagram @nevertoolavish itu pun dibanjiri pesanan jaket jeans yang bagian depannya bergambar peta Indonesia.

“Mau pesan jaket kaya Pak Jokowi gimana caranya,” tulis netizen @idafarida2030

“Jaket Pak Jokowi bisa pesan?,” tambah komentar netizen lainnya.

Hal itupun diakui oleh founder Never Too Lavish Haudy. Menurut Haudy sejak jaket denim yang dikenakan Jokowi viral, banyak orang yang ingin memesan dan memilikinya.

“Banyak sekali hari ini yang ingin banget membeli produk dengan desain yang sama,” tutur Haudy kepada Wolipop, Senin (9/4/2018)

Jaket jokowi saat touring
Jaket jokowi saat touring

Bukan hanya jaket, Never Too Lavish ini juga merupakan bisnis customizer yang mendesain berbagai produk fashion seperti tas, sepatu, dan dompet. Haudy juga mengungkapkan jika kamu ingin memesan jasanya dapat menghubungi customer service atau nomor yang tertera di Instagram Never Too Lavish.

“Customer menjelaskan konsepnya seperti apa kemudian barang apa yang mau di custome, karena kita kan bukan di jaket aja. Konsepnya maunya seperti apa kami yang bikinin. Misalnya nanti contoh mau tema Indonesia nanti kita bikinin dan semuanya hand painted ya, setiap orang desainnya beda-beda,” jelas Haudy.

Haudy juga menambahkan bahwa bisnis desain custom barang fashion branded yang baru berlangsung hampir satu tahun ini merupakan wadah bagi seniman supaya bisa dinilai lebih tinggi dengan masyarakat. Setiap bulannya ia pun mengaku bisa melayani 70 sampai 80 pesanan desain barang. Untuk harganya juga bergantung pada kesulitan desain dan barangnya itu sendiri yakni sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 jutaan.

“Rata-rata memang barang luxury. Kita menerima barang apa saja karena art itu kan bukan sekedar barang-barang luxury saja, karena tastenya juga feelingnya personal itu harus ada, yakni ketika barang yang dikasih menjadi barang yang unik,” imbuhnya.

Aron

Sumber: detik                              .