Pendiri Surabaya Black Hat ini Sudah Bikin Game Online Sejak SMP

oleh

Jakarta – Katon (21), salah satu tersangka peretasan website di 42 negara tertarik mempelajari teknologi informasi sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Sebelum mendirikan komunitas hacker ‘Surabaya Black Hat’, Katon pernah membuat game online.

“Kalau mulai hacking sendiri sejak di SMK Kelas 3, (belajar) otodidak sih dari internet,” kata Katon, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Semula Katon hanya bisa mengoperasikan game online. Hingga akhirnya merasa bosan, dia kemudian berkeinginan untuk membuat sebuah game online.
“Akhirnya sudah bisa bikin game sendiri, game MMORPG (Masive Multiplayer Online Role Player Gaming),” imbuhya

Katon hanya butuh waktu 6 bulan untuk membuat game tersebut. Setelah mahir membuat game online sendiri, dia semakin penasaran dengan dunia internet hingga membuat sendiri sebuah website.

“Akhirnya aku belajar lah, aku bikin web sendiri. Akhirnya enggak lama kebobol sama orang, teman aku sendiri (yang membobol) dia iseng-iseng. Carilah aku gimana orang ini bisa bobol web aku,” lanjutnya.

Sejak saat itu, Katon belajar untuk meretas website. Lama-kelamaan, dia semakin menikmati dunia hacker hingga akhirnya menjebol ratusan website di beberapa negara.

“Paling sering (membobol) dengan cara SQL injection,” lanjutnya.

Saat ini Katon kuliah di sebuah perguruan tinggi di Surabaya, Jawa Timur. Jurusan IT yang dia ambil di bangku kuliah semakin memahirkan keahliannya dalam dunia hacking.

“Sudah banyak website corporate maupun individu yang saya hacking. Yang paling sering itu Amerika, Jepang, Malaysia dan India,” lanjutnya.

Aron

Sumber: detik                               .