Jaksa Sebut Ketua PT Manado Terima Suap untuk Akreditasi Pengadilan

oleh

Jakarta – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado Sudiwardono mengaku menerima suap untuk biaya akreditasi pengadilan. Belakangan, suap menyuap itu terendus KPK dan komplotan itu ditangkap.

Dalam dakwannya, jaksa menyatakan Sudiwardono menerima uang suap senilai SGD 120 ribu dari Aditya Anugerah Moha. Uang itu diberikan secara bertahap kepada Sudiwardono. Aditya adalah anggota DPR dari Partai Golkar. Ia menyuap agar ibunya tidak ditahan di kasus korupsi dan divonis bebas. Sedangkan Sudiwardono menerima suap untuk biaya akreditasi pengadilan.

“Iya dalam rangka akreditasi PT Manado,” kata jaksa Ali Fikri  untuk mengkonfirmasi tujuan penerimaan suap tersebut, Senin (12/3/2018).

Penyerahan uang dilakukan di rumah Sudiwarsono di Yogyakarta pada 12 Agustus 2017. Pengakuan biaya aakreditasi pengadilan itu berdasarkan fakta persidangan.

“Berdasarkan pertanyaan dan tanggapan terdakwa sendiri terhadap keterangan saksi Deny selaku Panitera Muda Tipikor PT Manado. Mengenai jumlahnya akan diungkapkan terdakwa nanti ketika pemeriksaan terdakwa,” ujar Fikri.

Atas pengakuan itu, Mahkamah Agung (MA) membantah keras. Menurut MA, akreditasi tidak memerlukan biaya lain di luar APBN.

“Mahkamah Agung akan terus melakukan reformasi birokrasi di lingkungan badan peradilan untuk menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani, maka Badan peradilan umum menerapkan metode pelayanan terpadu satu pintu ( PTSP ). Dalam hal penilaian ditemukan indikasi penyimpangan atau mal administrasi atau mismanajemen maka dilakukan perbaikan demi kesempurnaan. Jika yang bermasalah aparaturnya akan ada tindakan,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah.

Akreditasi pengadilan adalah standar pelayanan yang diterapkan oleh MA. Standar tersebut seperti layanan kepada masyarakat yang nyaman dan lancar. Selain itu juga fasilitas penunjang serta program pengadilan yang inovatif. MA memberikan penghargaan kepada pengadilan yang memenuhi standar tersebut.

Aron

Sumber: detik                               .