Gebrakan Dua Anak Soeharto: Titiek Pimpinan MPR, Tommy Ketum Berkarya

oleh

Jakarta – Dua anak Presiden ke-2 RI Soeharto membuat gebrakan dengan tampil di panggung politik. Keduanya yakni Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan Hutomo Mandala Putra (Tommy Suharto).

Titiek Soeharto didorong Partai Golkar untuk menjadi Wakil Ketua MPR. Titiek akan menggantikan koleganya di Golkar, Mahyudin.

Anak keempat Soeharto itu mengatakan tugas yang diberikan partai sebagai bentuk kepercayaan terhadap kader. Secara tidak langsung, Titiek menyatakan siap menduduki posisi tersebut.

“Kalau namanya tugas yang diberikan partai, ya terima kasih kita diberi tugas dan kepercayaan partai,” kata Titiek kepada wartawan di sela acara peresmian Rumah Aspirasi Partai Golkar di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, DIY, Jumat (9/3) lalu.

Titiek mengaku memang telah bertemu dan berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus terkait rencana perombakan formasi di MPR tersebut. Namun Titiek memilih menunggu karena, saat itu belum menerima SK resmi penugasan dari partai.

Pergantian posisi Wakil Ketua MPR ini dibenarkan Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Golkar Ibnu Munzir. Ibnu mengatakan surat pergantian wakil ketua MPR jatah Golkar itu dikirim oleh Sekjen Golkar Lodewijk Fredrich Paulus pada Jumat (9/3).

“Kalau tidak salah hari ini dikirim,” sebut Ibnu saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (9/3).

Gebrakan Dua Anak Soeharto: Titiek Pimpinan MPR, Tommy Ketum Berkarya
Tommy Soeharto menjadi Ketum Partai Berkarya, Karanganyar, Minggu (11/3/2018).

Sementara itu, Tommy Soeharto resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Berkarya secara aklamasi. Sebelumnya, Tommy menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina di partai tersebut.

Pengukuhan ini membuat Tommy resmi menggantikan Neneng A Tutty di posisi ketum. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera partai dari ketum lama kepada ketum baru pada dalam penutupan Rapimnas III di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/11) malam.

Usai acara seremonial, Tommy menyampaikan pidato politiknya. Dia meminta kader Berkarya merapatkan barisan untuk mencapai target partai yaitu mendapatkan 80 kursi di DPR RI yang berasal dari tiap dapil.

Untuk mewujudkan hal itu, Partai Berkarya akan segera memilih bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019. Tommy juga meminta para pengurus DPW segera melengkapi kepengurusan di tingkat DPD. Sebab dari 514 kota/kabupaten, Partai Berkarya masih belum memenuhi verifikasi faktual untuk 56 DPD.

Tommy mengaku saat ini partainya memang fokus menghadapi pemilihan legislatif. Setelah itu, kata dia, akan memikirkan Pilpres.

“Fokus kita di legislatif, yaitu di keanggotaan DPR, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II. Setelah itu selesai, baru kita berpikir ke capres dan cawapres,” kata Tommy saat jumpa pers di Hotel Lorin Solo, Karanganyar, Minggu (11/3/2018).

Dia mengatakan bahwa memang saat ini Partai Berkarya belum bisa mengajukan capres sendiri. Pihaknya akan membuka komunikasi politik dengan partai lainnya.

Aron

Sumber: detik                               .