Bupati Samosir Rapidin Simbolon Melakukan Peletakan Batu Pertama Alur Terusan Tano Ponggol, Pangururan

oleh
Pangururan – Pemerintah Kabupaten Samosir , telah melakukan pengerukan tanah (ground breaking) pembangunan pelebaran alur terusan Tano Ponggol, Pangururan, Senin (26/2/2018).
Peletakan batu pertama  dihadiri Bupati Samosir  Rapidin Simbolon , Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat, Kajari Samosir Edward Malau, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata, Sekda Samosir Jabiat Sagala, Asisten I Mangihut Sinaga, Asisten II Saul Situmorang.

Pembangunan pelebaran alur Tano Ponggol Danau Toba, Pangururan, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2017, dengan nilai kontrak Rp 313,3 miliar dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender atau sampai 2019, oleh PT Basuki Rahmanta Putra-PT Sac Nusantara, KSO.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat, secara khusus masyarakat Tano Ponggol yang sudah bersedia membebaskan tanahnya.

“Semua daerah ini akan menjadi daerah wisata. Kita berharap, masyarakat mau dibina oleh pemerintah, agar daerah ini tidak kumuh, artinya Pemkab Samosir akan berbuat yang terbaik buat Samosir, ujar Rapidin.

“Saya pastikan, tidak ada kepentingan pemerintah di sini, semua murni untuk kesejahteraan masyarakat, sesuai visi Pemerintah Kabupaten Samosir, mewujudkan masyarakat sejahtera, mandiri, dan berdaya saing, berbasis pariwisata dan pertanian,” tambahnya.

Dijelaskan, sebanyak 118 bidang tanah yang terkena dampak pelebaran alur Tano Ponggol, 75 bidang di antaranya sudah dibayarkan, dan 25 bidang lagi akan dibayarkan dalam waktu dekat dan 18 bidang lagi masih tahap sosialisasi, kata Rapidin.

Diharapkan, selama proses pembangunan berjalan, pihak pelaksanaan kegiatan mengutamakan keselamatan kerja, kebersihan lingkungan, agar masyarakat sekitar tidak terganggu kesehatannya.

Rapidin siap memfasilitasi masyarakat yang berdampak akibat dari pembangunan terusaan Tano Ponggol untuk tidak bersengketa di Pengadilan karena ada masyarakat saling klaim kepemilikan antara dua belah pihak yang bersengketa, karena akan terkuras energi, materi dan waktu.

Kepala BWSS Roy Pardede, mengatakan pemerintah mencanangkan perbaikan infrastruktur di Danau Toba, maka BWSS ambil dalam pembangunan alur Tano Ponggol sehingga nantinya dapat dilalui kapal wisata berukuran besar yang berdampak positf bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Pelebaran alur tano ponggol dapat mempersingkat jarak tempuh dari desa ke desa, karena lebarnya 70 meter dengan rincian 40 meter alur terusan, dan 15 meter ruang terbuka publik di kiri kanan terusan dengan kedalaman 5 meter dan panjang terusan 1200 meter, kata Pardede.

Diharapkan masyarakat sekitar turut berpartisipasi untuk mendukung program pembangunan alur terusan Tano Ponggol Pangururan untuk lebih indah, tujuannya untuk mewujudkan Danau Toba sebagai kawasan objek wisata.
Anggota DPR RI Roslynda Marpaung yang turut hadir pada acara groundbreaking , meminta kepada seluruh pemangku kepentingan, agar turut mengawasi pembangunan pelebaran alur Tano Ponggol.

“Demi kebaikan bersama dan untuk mendukung percepatan pembangunan alur Tano Ponggol, mari kita jaga dan awasi mulai dari awal pelaksanaan pembangunan alur Tano Ponggol ini,” kata Roslinda Marpaung.
Dirinya juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat, di mana atas pembangunan jalan lingkar luar Samosir, sepanjang 360 kilometer, dan jalan lingkar dalam Samosir sepanjang 125 kilometer.

Pande Putra