Sriwijaya FC Kehilangan Striker Andalan di Leg 2 Semifinal Piala Presiden

oleh

Tentunya ini menjadi ujian pelatih Rahmad Darmawan. Apalagi, kali ini mereka akan bermain tandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pada laga pertama semifinal Piala Presiden 2018 Dzhalilov memang mendapat kartu kuning. Kartu kuning itu melengkapi kartu kuning sebelumnya yang dia terima di fase grup saat kontra PSMS Medan.

Kendati demikian, sang pelatih tentunya sudah menyiapkan rencana lain untuk menjinakan Serdadu Tridatu. Sederet nama mulai dipersiapkan untuk mengisi pos yang ditinggal penyerang timnas Tajikistan itu.

Mantan pelatih T-Team Liga Malaysia itu mengatakan, dirinya menginginkan pemain yang cepat dan memiliki dribel bagus untuk mengisi lini depan yang ditinggal Dzhalilov. Maklum, mereka berambisi lolos ke final Piala Presiden 2018. “Tentunya pemain yang punya tipikal agak mirip Dzhalilov,” ujarnya, singkat.

 

Tetap Dibawa

Striker Sriwijaya FC, Manuchekhr Dzhalilov, berebut bola dengan gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Minggu, (4/2/2018). Sriwijaya FC menang 3-1 atas Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di sisi lain, meski tak bisa tampil, Dzhalilov sendiri tetap dibawa dalam rombongan tim bersama 22 pemain lainya ke Bali. Manajemen klub punya alasan lain dalam memberangkatkan pemain berusia 27 tahun itu.

Asisten Manajer SFC Ahmad Haris mengatakan Dzhalilov merupakan pendatang baru di Liga Indonesia. Jadi dia harus terus bersama-sama dengan rekan-rekannya. Baik di dalam ataupun di luar lapangan guna meningkatkan komunikasi dan kekompakan bermain.

Berlatih di Bali

Apalagi, di Bali nanti, Sriwijaya kemungkinan juga akan menggelar latihan. Selain untuk persiapan lawan Bali United, juga menjaga kondisi fisik seluruh pemain.

“Jadi Dzhalilov bisa terus latihan menjaga fisik dan meningkatkan kekompakan dalam permainan. Apalagi setelah ini tim juga berencana mengikuti turnamen lainnya,” ujar Ahmad Haris. [Indra Pratesta]

Nathania
Sumber: liputan6